Hero section image background

Mengembangkan Kreativitas Generasi Muda dalam Workshop Naskah Film Manajemen Talenta Nasional

Jumat, 31 Juli 2026

Berita

15

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Mengembangkan Kreativitas Generasi Muda dalam Workshop Naskah Film Manajemen Talenta Nasional

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, melaksanakan Workshop Naskah Drama/Film Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya Jawa Barat mulai tanggal 28 hingga 30 Juli 2026, di Satuan Pelayanan Taman Budaya Jawa Barat, Jl. Bukit Dago Selatan No. 53 A Kota Bandung. Peserta Workshop merupakan perwakilan dari kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat

Di hari pertama workshop, menghadirkan narasumber Agus Safari, yang membahas tentang “Naskah Drama dan Skenario Film : Persamaan, Perbedaan dan Transformasi Medium”. Dalam paparannya, Agus Safari menyampaikan bahwa manfaat menulis dalam berbahasa ialah untuk mengembalikan kita kepada “Bahasa Ibu”. Dimana artinya, berbahasa yang baik maka secara perlahan akan membentuk karakter atau budi pekerti yang baik. Itulah salah satu inti dari manfaat menulis di antara banyak manfaat lainnya. 

Pelatihan menulis sejatinya bukan semata-mata bertujuan mencetak penulis, melainkan membangun cara berpikir yang kreatif dan membentuk pribadi yang mandiri. Melalui proses menulis, seseorang dilatih untuk mengamati, merenungkan, serta menuangkan gagasan secara jujur dan bermakna.

Dari pola pikir yang kreatif akan lahir berbagai nilai positif, salah satunya adalah semangat berbagi. Berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu yang bersifat materi, tetapi juga berbagi pengetahuan, pengalaman, inspirasi, dan kepedulian kepada sesama. Pilihan sederhana untuk terus berbagi menjadi bagian penting dalam perjalanan kreatif setiap individu.

Selama semangat berbagi tetap terjaga, proses belajar dan berkarya akan terus berkembang. Pada akhirnya, kreativitas yang dibangun melalui pelatihan menulis akan melahirkan pribadi yang mandiri, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Narasumber lainnya, Hermana HMT, menjelaskan bahwa proses penulisan naskah drama diawali dengan mengembangkan ide dramatik menjadi sebuah cerita yang utuh. Ide dramatik merupakan gagasan inti atau pikiran utama yang menjadi landasan seluruh alur drama. Menurutnya, terdapat beberapa unsur penting dalam membangun ide dramatik, yaitu premis, tema, tokoh, struktur adegan, dan dialog.

Hermana menjelaskan bahwa premis adalah inti cerita yang dirumuskan dalam satu kalimat singkat. Premis harus disusun secara jelas, padat, serta memiliki potensi konflik yang mampu menggerakkan jalannya cerita. Sementara itu, tema merupakan gagasan besar yang menjadi jiwa dan pesan utama dari sebuah naskah drama.

Dalam penyusunan cerita, tokoh memiliki peran yang sangat penting. Tokoh utama menjadi pusat penggerak cerita, sedangkan tokoh pendukung berfungsi memperkuat konflik, memperkaya alur, serta mendukung perkembangan karakter tokoh utama. Selain itu, penulis juga perlu memperhatikan struktur adegan yang terdiri atas eksposisi sebagai pengenalan cerita, komplikasi sebagai awal munculnya konflik, klimaks sebagai puncak ketegangan, dan resolusi sebagai penyelesaian konflik.

Hermana juga menekankan pentingnya membangun dialog yang kuat. Menurutnya, dialog dalam naskah drama tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga harus mampu mencerminkan karakter, emosi, serta kepribadian setiap tokoh sehingga cerita menjadi lebih hidup dan memiliki kekuatan dramatik.

 

Penulis: Santi Gantini

Tags

  • uptdpkdjb