Hero section image background

Museum Sri Baduga

Profil Singkat, Layanan dan Fasilitas

 

Museum Negeri Provinsi Jawa Barat Sri Baduga merupakan museum umum milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berperan sebagai pusat pelestarian, penelitian, edukasi, dan penyebarluasan informasi mengenai sejarah, alam, serta budaya masyarakat Jawa Barat. Berlokasi di Jalan BKR No. 185, Kota Bandung, museum ini berada di bawah pengelolaan UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Sebagai museum bertipe A, Museum Sri Baduga memiliki fungsi utama sebagai sarana pelestarian warisan budaya sekaligus destinasi wisata edukasi.

Museum Sri Baduga mulai dirintis pada tahun 1974 dengan memanfaatkan bangunan bekas Kawedanan Tegallega. Bangunan museum memadukan arsitektur tradisional Sunda berbentuk rumah panggung dengan sentuhan arsitektur modern. Museum ini diresmikan pada 5 Juni 1980 sebagai Museum Negeri Provinsi Jawa Barat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Daoed Joesoef. Pada tahun 1990, nama museum diubah menjadi Museum Negeri Provinsi Jawa Barat Sri Baduga, diambil dari nama Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi), raja besar Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai simbol kejayaan dan kebijaksanaan dalam sejarah Tatar Sunda.

 

Visi

Menjadi destinasi inspiratif budaya termaju di Indonesia tahun 2026

 

Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut, Museum Sri Baduga melaksanakan beberapa misi, yaitu:

Memajukan kebudayaan daerah Jawa Barat
Melestarikan potensi tinggalan budaya manusia dan alam
Meningkatkan pelayanan edukasi dan informasi museum berkesinambungan

 

Koleksi Unggulan

Museum Sri Baduga menyimpan 6.989 koleksi yang dihimpun hingga tahun 2022 dan merepresentasikan perjalanan sejarah alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Jawa Barat. Koleksi tersebut dikelompokkan ke dalam sepuluh klasifikasi utama, yaitu Geologika, Biologika, Etnografika, Arkeologika, Historika, Numismatika dan Heraldika, Filologika, Keramologika, Seni Rupa, serta Teknologika.

 

Beberapa koleksi unggulan yang menjadi daya tarik museum antara lain:

  • Diorama perkembangan sejarah dan kebudayaan Jawa Barat dari masa prasejarah hingga masa modern.
  • Artefak arkeologi berupa kapak batu, menhir, dan peninggalan prasejarah dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
  • Koleksi etnografi yang menampilkan rumah adat, pakaian tradisional, alat musik Sunda seperti angklung dan gamelan, serta perlengkapan upacara adat.
  • Naskah kuno dan manuskrip beraksara Sunda, Arab Pegon, dan aksara lainnya yang mencerminkan perkembangan literasi masyarakat Sunda.
  • Koleksi numismatika berupa mata uang, medali, serta lambang pemerintahan dari berbagai periode.
  • Koleksi keramik dan benda perdagangan yang menunjukkan hubungan budaya Jawa Barat dengan berbagai wilayah di Nusantara maupun mancanegara.

Penyajian koleksi disusun secara tematik pada tiga lantai pameran sehingga pengunjung dapat mengikuti perjalanan sejarah alam, perkembangan budaya, kehidupan sosial, serta dinamika masyarakat Jawa Barat secara kronologis.

 

Layanan

Museum Sri Baduga menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat, antara lain layanan kunjungan umum, kunjungan edukasi untuk sekolah dan perguruan tinggi, tur berpemandu, pameran tetap dan temporer, kegiatan seminar, lokakarya, penelitian koleksi, serta peminjaman auditorium untuk kegiatan edukatif. Fasilitas pendukung meliputi ruang pameran, auditorium, perpustakaan, laboratorium konservasi, ruang edukasi, area publik, dan layanan informasi pengunjung.

 

Fasilitas

Museum Sri Baduga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas Pendidikan dan kebudayaan, di antaranya:

  • Ruang Pamer Tetap
  • Ruang Pamer Khusus
  • Ruang Pemutaran Film / Auditorium
  • Perpustakaan
  • Panggung Terbuka
  • Toko Suvenir
  • Area Parkir Luas
  • Fasilitas Umum Pendukung: Tersedia juga pusat informasi di area depan, musala untuk beribadah, serta toilet.

 

Virtual Tour Museum Sri Baduga

gambar ke-0
gambar ke-1
gambar ke-2
gambar ke-3
gambar ke-4
gambar ke-5
gambar ke-6
gambar ke-7