
Kali Bekasi pernah berbisik lirih
Mengalirkan kehidupan dalam sunyi yang damai
Ditepiannya, manusia menanam harapan
Alam membalas dengan keberkahan
Namun bisikan itu berubah
Menjadi luka yang tak terdengar
Keserakahan tumbuh seperti bayang-bayang
Hutan Ditumbangkan
Air dikotori
Hingga suatu malam
Langit tak lagi diam
Bumi Bergetar
Air bangkit membawa amarah yang lama terpendam
Demikian sinopsis kisah Jagaraksa, yang ditampilkan di Festival Kreasi Pagelaran Seni Kota Bekasi, Selasa 28 Juli 2026, di Teater Tertutup Taman Budaya. Gemuruh tepuk tangan memenuhi Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat saat Sanggar Seni Mekar Muda asal Kota Bekasi menampilkan pagelaran yang syarat akan sejarah masyarakat setempat. Melalui perpaduan teater, tari, dan musik, pertunjukan ini mengajak penonton merenungkan hubungan manusia dengan alam serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui penggarapan artistik yang kuat, Jagaraksa menyampaikan pesan bahwa alam memiliki batas kemampuan untuk menanggung kerusakan. Ketika keseimbangan itu rusak, bencana menjadi konsekuensi yang harus dihadapi bersama. Adegan-adegan yang ditampilkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Kota Bekasi menghadirkan karya seni yang tidak hanya mengangkat nilai-nilai estetika, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kondisi saat ini. Pertunjukan ini mengingatkan bahwa menjaga sungai, hutan, dan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama agar keberlangsungan kehidupan tetap terpelihara.

Cerita Jagaraksa tidak berhenti pada kisah tentang bencana. Pertunjukan ini justru mengajak penonton merenungkan bahwa setiap kerusakan lingkungan berawal dari pilihan manusia. Alam tidak pernah meminta lebih, tetapi manusia sering kali mengambil lebih banyak daripada yang seharusnya.
Melalui perpaduan teater, tari, dan musik yang harmonis, para seniman Kota Bekasi menyampaikan pesan bahwa menjaga sungai, hutan, dan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan kewajiban setiap orang. Pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan masyarakat yang sehari-hari hidup berdampingan dengan alam.

Festival Kreasi Pagelaran Seni menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menyampaikan isu-isu sosial melalui bahasa pertunjukan. Melalui Jagaraksa, seni kembali membuktikan dirinya sebagai media yang mampu menyentuh hati, membangun empati, sekaligus mengingatkan bahwa warisan terbesar yang dapat diberikan kepada generasi mendatang bukan hanya cerita tentang alam, tetapi alam itu sendiri yang tetap lestari.
Penulis: Santi Gantini



