Hero section image background

Jagaraksa, Refleksi Cinta Alam dalam Festival Kreasi Pagelaran Seni

Rabu, 29 Juli 2026

Berita

35

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Jagaraksa, Refleksi Cinta Alam dalam Festival Kreasi Pagelaran Seni

Kali Bekasi pernah berbisik lirih 

Mengalirkan kehidupan dalam sunyi yang damai

Ditepiannya, manusia menanam harapan 

Alam membalas dengan keberkahan

Namun bisikan itu berubah

Menjadi luka yang tak terdengar

Keserakahan tumbuh seperti bayang-bayang

Hutan Ditumbangkan

Air dikotori

Hingga suatu malam

Langit tak lagi diam

Bumi Bergetar

Air bangkit membawa amarah yang lama terpendam 

 

Demikian sinopsis kisah Jagaraksa, yang ditampilkan di Festival Kreasi Pagelaran Seni Kota Bekasi, Selasa 28 Juli 2026, di Teater Tertutup Taman Budaya. Gemuruh tepuk tangan memenuhi Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat saat Sanggar Seni Mekar Muda asal Kota Bekasi menampilkan pagelaran yang syarat akan sejarah masyarakat setempat. Melalui perpaduan teater, tari, dan musik, pertunjukan ini mengajak penonton merenungkan hubungan manusia dengan alam serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.


Melalui penggarapan artistik yang kuat, Jagaraksa menyampaikan pesan bahwa alam memiliki batas kemampuan untuk menanggung kerusakan. Ketika keseimbangan itu rusak, bencana menjadi konsekuensi yang harus dihadapi bersama. Adegan-adegan yang ditampilkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.


Kota Bekasi menghadirkan karya seni yang tidak hanya mengangkat nilai-nilai estetika, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kondisi saat ini. Pertunjukan ini mengingatkan bahwa menjaga sungai, hutan, dan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama agar keberlangsungan kehidupan tetap terpelihara.


Cerita Jagaraksa tidak berhenti pada kisah tentang bencana. Pertunjukan ini justru mengajak penonton merenungkan bahwa setiap kerusakan lingkungan berawal dari pilihan manusia. Alam tidak pernah meminta lebih, tetapi manusia sering kali mengambil lebih banyak daripada yang seharusnya.

Melalui perpaduan teater, tari, dan musik yang harmonis, para seniman Kota Bekasi menyampaikan pesan bahwa menjaga sungai, hutan, dan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan kewajiban setiap orang. Pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan masyarakat yang sehari-hari hidup berdampingan dengan alam.


Festival Kreasi Pagelaran Seni menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menyampaikan isu-isu sosial melalui bahasa pertunjukan. Melalui Jagaraksa, seni kembali membuktikan dirinya sebagai media yang mampu menyentuh hati, membangun empati, sekaligus mengingatkan bahwa warisan terbesar yang dapat diberikan kepada generasi mendatang bukan hanya cerita tentang alam, tetapi alam itu sendiri yang tetap lestari.

 

Penulis: Santi Gantini

Tags

  • tamanbudayajawabarat
  • jagaraksa
  • kotabekasi
  • uptdpkdjb