Hero section image background

Event Kebudayaan : Festival Kreasi Pagelaran Seni Jawa Barat Agustus 2026

Jumat, 14 Agustus 2026

Event

185

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Event Kebudayaan : Festival Kreasi Pagelaran Seni Jawa Barat Agustus 2026

 

Judul : Rahasia Wawangi Situ Gede
Asal Pementasan : Kota Tasikmalaya
Jadwal Pementasan : Kamis, 20 Agustus 2026

 

Deskripsi : 

Nyai Raden Dewi Kondang Hafa di Sumedang Larang mendapat tugas dari sang Guru untuk melanjutkan ilmu Kanuragan dan keagamaan ke Mataram,setelah selesai menuntut ilmunya sang guru menitipkan Putrinya yang bernama Dewi Cahya Karembong agar di nikahi oleh Prabu Dilaya akhirnya nikah.Lalu sang Guru memerintahkan menyempurnakan ilmunya harus pergi ke Sukapura.

Perjalanan menuju Sukapura Cahya Karembong bercerita kepada Dewi Kondang Hafa tentang kewajiban sebagai suami istri,ternyata istri pertamapun belum pernah di gauli karena sibuk mencari ilmu kanuragan dan keagamaan.

Cahya Karembong punya niat jahat mengajak ke Dewi Kondang Hafa untuk membunuhnya alasannya kalau sampai ke Sukapura pasti bakal di tikahkan lagi kepada anak gurunya,akhirnya di bunuhlah Prabu Dilaya oleh dua istrinya.

Karena sudah lama sang ibu Prabu Dilaya tidak ada kabar akhirnya ibunya menyusul mencari kemana-mana karena sudah lelah waktu istirahat sambil berdo’a ada suara tanpa wujid mengatakan nanti suatu rawa kalau ada pohon bambu kuning mengeluarkan cahaya maka itulah memberi tanda Batu Nisa Prabu Dilaya,di situlah ibunya menangis dari tetesan air matanya lama-lama semakin banyak sampai mengelilingi sebuah Gunung,maka jadilah sebuah danau dan gunung yang ada di tengah itulah di sebut pulau jadi tempat pemakaman Prabu Dilaya,Kondang Hafa dan Embannya.

Makam itu sampai sekarang banyak di datangi para penziarah.

 

🎟️ Registrasi tiket sekarang dengan scan QR Code yang tersedia di Instagram @tamanbudayajabar , Gratis!

📍 Teater Tertutup, Taman Budaya Jawa Barat
🗓️ 20 Agustus 2026
⏰ 15.30 WIB
🚪 Open Gate: 14.00 WIB


 

Judul : Nawa Karsa ing Wanodya
Asal Pementasan : Kota Indramayu
Jadwal Pementasan : Kamis, 27 Agustus 2026

 

Deskripsi : 

Setelah mendapatkan wangsit, Wiralodra berkelana menuju ke hutan belantara di pinggiran sungai Cimanuk, dan sebagai penunjuknya adalah Kijang Kencana. Di daerah itu Wiralodra membuka hutan untuk mendirikan pedukuhan, segala rintangan telah ia lalui, baik dalam perjalanan maupun menghadapi penghuni (sebangsa siluman) hutan belantara.

Beberapa tahun kemudian, setelah pedukuhan tersebut berkembang menjadi sentra perdagangan, Wiralodra berpamitan hendak pulang mengabari orang tua dan saudara-saudaranya di Bagelen. Pada saat bersamaan datanglah Endang Dharma, iya meminta izin kepada Ki Tinggil untuk menetap di Pedukuhan Cimanuk tersebut.

Sebagai sosok perempuan Endang Dharma ternyata memiliki kemampuan yang mumpuni, selain pandai bercocok tanam, juga memiliki ilmu kanuragan (jurus-jurus silat) yang kemudian kepandaiannya tersebut ia ajarkan kepada warga pedukuhan dengan maksud agar mereka dapat membela diri jika sewaktu diperlukan.

Karena kepandaian silat dan kecantikannya, Endang Dharma kesohor, tidak sedikit para bangsawan yang berniat menjajal kemampuannya juga menyuntingnya, termasuk salah satunya adalah Pangeran Guru. Bersama anak buahnya (sebanyak 24 orang) ia mendatangi Pedukuhan. Ketika berhadapan dengan Endang Dharma terjadilah selisih paham hingga terjadi pertarungan yang membuat resah masyarakat setempat. Dalam pertarungan tersebut Pangeran Guru (Pangeran Selawe) beserta anak buahnya gugur saat menghadapi Endang Dharma.

Melihat kejadian huru-hara tersebut, Ki Tinggil segera melapor kepada Wiralodra yang sedang berada di Bagelen. Untuk menertibkan keamanan Wiralodra kembali ke Pedukuhan. Saat bertemu dengan Endang Dharma, keduanya merasa jatuh hati dan saling mengagumi. Hanya karena perbedaan pendapat dan prinsip, tak lama keduanya bertarung, masing-masing mengeluarkan kepandaiannya, dalam pertarungan tersebut tidak ada yang kalah juga tidak ada yang merasa di atas angin.

Pertarungan berlangsung berhari-hari hingga di suatu waktu Endang Dharma menyerah karena kelelahan. Dan sebelum menceburkan diri ke sungai Cimanuk, Endang Dharma berpesan agar daerah atau pedukuhan tersebut kelak dinamakan Dharma Ayu.

 

🎟️ Registrasi tiket sekarang dengan scan QR Code yang tersedia di Instagram @tamanbudayajabar , Gratis!

📍 Teater Tertutup, Taman Budaya Jawa Barat
🗓️ 27 Agustus 2026
⏰ 15.30 WIB
🚪 Open Gate: 14.00 WIB

Penulis: Yunita

Tags

  • pagelaranseni
  • tamanbudayajawabarat
  • uptdpkdjb
  • disparbudjabar